KARANGANYAR—Sebanyak 80 persen dari total jumlah 210 jembatan di Kabupaten Karanganyar dalam kondisi memprihatinkan dan rawan roboh. Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Karanganyar pun mengaku tidak bisa berbuat banyak mengatasi persoalan ini mengingat terbatasnya anggaran dalam hal perawatan jalan dan jembatan selama ini.
Kepala DPU Karanganyar, Didik Joko Bakdono kepada Joglosemar mengungkapkan bahwa sebagian besar jembatan yang mengalami kondisi rawan ini sebagian besar adalah jembatan yang menghubungkan lalu lintas antar desa dan jembatan yang berusia cukup tua. “Dari total 210 jembatan di Karanganyar, memang hanya sekitar 20 persen saja yang kondisinya baik,” terangnya seusai menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musrembang RKPD) tahun anggaran 2011 di Pendapa Rumah Dinas Bupati, Selasa (23/3).
Selain itu ia pun mengakui kondisi banyak jembatan di Karanganyar memprihatinkan dikarenakan proses pembangunan awal yang tidak memenuhi standar. Seperti kejadian putusnya jembatan Jikut beberapa waktu lalu, selain karena diterjang banjir, ia menilai juga diakibatkan karena aktivitas penambangan batu dan pasir sungai yang mengalir di bawah jembatan itu.
Upaya pemeliharaan seluruh prasarana jembatan yang idealnya dibutuhkan, menurut Didik masih terbentur pada terbatasnya anggaran dana yang ada. “Memang melihat kondisi jembatan-jembatan tersebut butuh peningkatan kualitas tetapi memang dana tidak mencukupi mau bagaimana lagi,” ujar dia.
Dirinya menjelaskan pada tahun 2010 ini, DPU hanya mendapatkan alokasi dana senilai Rp 1,8 miliar untuk pemeliharaan jalan dan jembatan sejauh 815 kilometer di wilayah Kabupaten Karanganyar. Dari total dana Rp 1,8 miliar itu, Rp 600 juta sudah dialokasikan untuk petugas Margotomo. Hanya tersisa Rp 1,2 miliar yang dapat digunakan untuk perawatan jalan dan jembatan.
Ditemui pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Karanganyar, Wahyudin Nuri menyampaikan prioritas pembangunan tahun 2011 diletakkan pada pembenahan infrastruktur, termasuk di dalamnya prasarana jalan dan jembatan. (tam)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |







