Jumat, 12/03/2010

8 Pedonor Hati Siap untuk Bilqis

Senin, 08/02/2010 11:00 WIB - ant/oke

SEMARANG—Hingga kemarin sedikitnya sudah delapan orang yang bersedia mendonorkan hatinya untuk Bilqis Anindya Pasha (17 bulan), bayi penderita atresia bilier. Meski demikian keluarga Bilqis tetap berharap pendonor hati berasal dari kalangan keluarga.
Ibunda Bilqis Anindya Passa, Dewi Farida (37) berharap dialah yang dipilih tim dokter menjadi pendonor hati bagi buah hatinya. Keinginan itu didukung tim dokter dan sang suami, Doni Ardianta Passa (33).
Tim dokter hingga kemarin memang belum memutuskan siapa pendonor hati dari luar keluarga. Meski golongan darah Bilqis dan Dewi-Doni berbeda, dokter tetap mengupayakan pendonor dari orangtua Bilqis. Bahkan, Dewi mulai menjalani rangkaian pemeriksaan untuk kesiapan menjadi pendonor hati.
Beberapa rangkaian pemeriksaan itu di antaranya foto toraks (dada), cek darah menyeluruh, elektrokardiogram (EKG) untuk jantung, dan ultrasonografi (USG) beberapa organ tubuh yang penting.
”Hari ini (kemarin), tim dokter mulai melakukan pemeriksaan untuk saya, dan saya juga menjalani puasa untuk kelancaran,” katanya usai menjalani serangkaian pemeriksaan di Ruang Merak RSUP dr Kariadi Semarang, kemarin.
Setelah pemeriksaan itu, kata dia, tim dokter masih akan melanjutkan dengan serangkaian pemeriksaan lanjutan, namun ia mengaku tidak mengetahui pemeriksaan lanjutan itu meliputi apa saja. ”Kata dokter masih ada tes lagi dan diusahakan hari ini selesai, namun jika tidak selesai akan dilanjutkan Senin (8/2 (hari ini-red)),” katanya didampingi suaminya, Doni Ardianta Passa.
Ia mengatakan, dirinya berharap seluruh pemeriksaan yang dilakukan berjalan dengan lancar, dan hasilnya menyatakan dirinya adalah pendonor hati yang sesuai bagi Bilqis. ”Dokter sendiri belum memberikan hasil pemeriksaan yang tadi dilakukan sehingga saya mohon doa restu dari semuanya,” kata ibu dua anak tersebut.
Ayah Bilqis, Doni Ardianta Passa, juga tetap mengharapkan istrinya dapat menjadi donor yang sesuai bagi putrinya sehingga tidak perlu mencarikan pendonor dari luar keluarga.
Ia mengatakan, kondisi Bilqis hingga saat ini masih cukup baik, Bilqis melakukan aktivitas sehari-hari layaknya sedang berada di rumah, seperti bermain boneka dan mendengarkan lagu dari band kesayangannya, ST12.  ”Apalagi, kakaknya (Ratu Aqila Passa, red) juga menemani saat adiknya bermain, sebab keseharian mereka di rumah memang seperti itu,” katanya.
Hanya saja, kata Doni, sampai saat ini memang masih sering rewel, kemungkinan karena masih belum bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru dikenalnya. ”Sejak kemarin (5/2), Bilqis mengalami gejala flu, mungkin masih merasa kelelahan karena perjalanan jauh yang ditempuh, dari Jakarta ke Semarang,” katanya.
Ia mengatakan, pihak keluarga juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh masyarakat yang terus memberikan dukungan moral, materi, dan keinginan untuk menjadi pendonor bagi Bilqis.
Sementara itu, anggota tim cangkok hati RSUP Dr Kariadi Semarang, dr Bambang Wibowo mengatakan, pemeriksaan terhadap ibu Bilqis merupakan salah satu dari persyaratan untuk menjadi pendonor. ”Pemeriksaan di antaranya dilakukan dengan mengontrol organ-organ vital, seperti jantung, paru-paru, dan hati untuk memastikan kondisi pendonor, sebab pemilihan pendonor harus tepat dan akurat,” kata Bambang. (ant/oke)