Jumat, 18/05/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : harianjoglosemar@gmail.com

75% Kambing Bantuan Depsos Mati Mengenaskan

Sabtu, 27/03/2010 09:00 WIB - yok

SRAGEN—Bantuan kambing dari program pemberdayaan ekonomi Departemen Sosial (Depsos) tahun 2009 bernasib mengenaskan. Selain penyakitan, kambing bantuan itu juga makin menyusut karena tidak terurus.
Tragisnya, jumlah kambing yang masih hidup dan bertahan di setiap kelompok penerima tak lebih dari 20 persennya. Sementara, hampir 75 persen lainnya mati mengenaskan karena berpenyakit dan tak terawat.
Kondisi ini terjadi salah satunya pada kelompok di Desa Ngepringan, Kecamatan Jenar. Dari 18 kambing yang diterima  kini hanya tinggal empat ekor yang masih hidup. Selebihnya, mati secara perlahan-lahan akibat penyakit berkepanjangan.
“Sejak datang, kambing bantuan itu sudah penyakitan. Ada yang kudisan ada pula yang korengan. Karena penyakitan itu jadi ndak bisa berkembang malah mati satu per satu,” papar Karyo Rejo, salah seorang warga yang turut mengelola kambing bantuan saat ditemui Joglosemar, Jumat (26/3).
Hal yang sama juga terjadi di kelompok Desa Katelan, Kecamatan Tangen di mana banyak ternak bantuan yang nasibnya serupa. “Sama saja. Problemnya penyakitan tidak terurus dan banyak yang mati,” ujar Wahono, warga Katelan. Setali tiga uang, di Desa Tanggan, dari 18 ekor kambing yang diterima kini juga ngunusi tinggal 4 ekor saja karena problem yang sama.
Bantuan ternak dari Depsos ini digulirkan sekitar pertengahan 2009 lalu. Kambing jenis Etawa itu diberikan ke petani di daerah kategori tertinggal antara lain Desa Dukuh (Tangen), lalu Desa Tanggan (Gesi), dan Desa Katelan (Tangen). Pencairannya dilakukan melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) setempat.
Tak hanya kambingnya, bantuan kandang penyerta yang juga dibangun bersamaan bantuan itu juga mangkrak. Kepala Desa (Kades) Desa Tanggan, Eko Pujianto membenarkan kematian ternak bantuan Depsos di wilayahnya. “Awalnya ada pemberitahuan, masyarakat bakal diajak musyarawah, mengenai kambing apa yang cocok. Namun musyawarah itu batal dan kambing sudah datang. Tidak lama kemudian, kambing banyak yang mati,” timpalnya.
Kepala Disnakertrans Sragen, Arief Zaenal mengaku pihaknya hanya kelewatan program saja. Proses pencairan bantuan dan pembelian kambing dilakukan melalui mekanisme lelang. ”Jadi kalau kambingnya penyakitan atau tidak memenuhi syarat itu sudah di luar wewenang kami,” jawabnya. (yok)

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :