SUKOHARJO—Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Cabang Sukoharjo mencatat sekitar 560 perawat di Sukoharjo saat ini masih banyak yang belum lulus sarjana (S1). Selain itu, dari jumlah tersebut yang sudah memiliki Surat Izin Kerja (SIK) masih sedikit.
“Dari data jumlah perawat yang sudah ada di Sukoharjo saat ini, bisa dikategorikan sedang, artinya jumlah itu masih bisa mencukupi kebutuhan setiap rumah sakit dan Puskesmas yang tersebar di 12 kecamatan di Sukoharjo,” ujar Ketua Dewan Pimpinan PPNI Kabupaten Sukoharjo, Sumpono.
Selain itu, kata dia, saat ini PPNI di Sukoharjo ada sembilan komisariat yang terdiri dari RSUD Sukoharjo, Komisariat Bekonang, Kartasura, Sukoharjo, Dr Oen, RS Ortopedi, UMS, RS Yarsis dan Nirmalasuri.
Ditemui dalam seminar Milad ke-36 PPNI di RSUD Sukoharjo, Sumpono mengatakan, dalam rangka Ultah PPNI, perawat yang ada di Sukoharjo seharusnya mampu meningkatkan mutu baik keterampilan, pengetahuan, belajar dan berprestasi.
“Setiap tahun jumlah perawat baik dari lulusan perguruan tinggi dari swasta maupun negeri tiap tahunnya meningkat, sehingga perlu peningkatan mutu agar perawat di Indonesia menjadi lebih baik,” ujarnya.
Tak hanya itu, menurut dia, perawat yang bisa masuk dalam organisasi PPNI harus sudah lulus ujian USKA, setelah itu baru bisa memiliki surat izin perawat (SIP) yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Selain itu juga ada Surat Izin Kerja (SIK) yang dikeluarkan Dinas Kabupaten.
Dikatakan, PPNI Sukoharjo mempunyai target semua perawat di Sukoharjo tahun ini harus lulus Sarjana (S1). (mal)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |







