Minggu, 12/02/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : redaksi@harianjoglosemar.com
<div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div>

500 Korban Konflik Nigeria Dikubur

Rabu, 10/03/2010 09:00 WIB - ida

JOS—Korban pembantaian bermotif agama di Nigeria mulai dimakamkan secara massal, Selasa (9/3). Pembantaian di tiga desa berpenduduk mayoritas Kristen di pusat Kota Jos pada Minggu lalu menyebabkan lebih dari 500 orang tewas. Kelompok muslim dituding sebagai pelaku pembunuhan.
Seperti dikutip vivanews.com dari situs stasiun televisi Al Jazeera, warga di Desa Dogo Nahawa, sekitar 15 kilometer selatan Jos mengatakan, para penyerang datang dari wilayah perbukitan dekat desa, menembakkan peluru ke udara sebelum menggunakan parang untuk memenggal warga yang keluar dari rumah mereka.
Otoritas Nigeria menangkap 95 orang terkait serangan tersebut. Media Nigeria juga melaporkan bahwa pejabat presiden, Jonathan Goodluck, memecat penasihat keamanan nasional, Sarki Muktar, kemarin. Namun belum jelas apakah pemecatan itu terkait dengan aksi kekerasan sektarian pada Minggu lalu.
Koresponden Al Jazeera mengatakan, pemerintah kepolisian menyatakan kelompok penyerang adalah para penggembala muslim Hausa-Fulani. Sedangkan para korban mayoritas beragama Kristiani dari komunitas Borom.
Sumber dari kepolisian mengatakan, aksi kekerasan ini melibatkan penduduk asli, yang mayoritas Kristen, dengan para migran dan pendatang, dari kelompok muslim di utara. Mereka bersaing memperebutkan akses terhadap sumber daya alam. (ida)

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :