JAKARTA (Joglosemar): Empat klub peserta Liga Super (ISL) 2009/2010 mendapat peringatan dari PT Liga Indonesia. Ini terkait kondisi lapangan yang tidak memnuhi standar untuk kompetisi.
PT LI memberikan batas waktu bagi klub-klub tersebut untuk memperbaikinya hingga putaran pertama berakhir.
Empat lapangan yang tidak memenuhi standar itu adalah Wamena (Stadion Pendidikan), Lamongan (Surajaya), Malang (Kanjuruhan) dan Makassar (Mattoangin). Masing-masing kandang Persiwa, Persela, Arema dan PSM.
Menurut CEO PT Liga Indonesia, Joko Driyono, pihaknya telah mengirimkan peringatan kepada masing-masing klub agar segera memperbaiki kondisi lapangannya. Bila tidak, klub diminta untuk mencari lapangan lain pada putaran kedua nanti.
”Kami sudah melakukan warning pemilik lapangan-lapangan itu. Kami berikan waktu hingga putaran pertama. Kalau tidak diperbaiki, klub yang bersangkutan harus pindah di putaran kedua,” kata Joko , sebagaimana dilansir vivanews, Senin (26/10).
Joko menambahkan, lapangan-lapangan itu sebenarnya tidak perlu direnovasi. Namun, klub diminta untuk memberikan perawatan ekstra terhadap rumput dan tanahnya.
”Frekuensi pemakaian lapangan-lapangan itu cukup tinggi. Karena itu, kami menyarankan agar klub tak menggunakannya lagi untuk latihan,” kata Joko.
”Kami juga tidak menganjurkan agar lapangan direnovasi. Yang penting klub harus mampu merawatnya agar memenuhi standar yang diinginkan,” lanjut dia.
Peringatan PT Liga memang cukup beralasan. Pasalnya, buruknya kualitas lapangan yang digunakan saat pertandingan sangat merugikan pemain. Lapangan yang keras dan tidak rata yang terdapat di Stadion Mattoangin, Makassar cukup berpotensi membuat pemain cedera. Tak hanya itu, kualitas pertandingan juga menurun bila lapangan yang dipakai tidak rata. (ned)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |







