Jumat, 10/02/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : redaksi@harianjoglosemar.com
<div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div>

4 Kecamatan Kelebihan Pupuk

Sabtu, 31/10/2009 21:13 WIB - fii

SUKOHARJO (Joglosemar): Stok pupuk di empat  kecamatan pada bulan Januari- September melebihi kebutuhan. Kondisi tersebut menyebabkan 150 pengecer pupuk di Kabupaten Sukoharjo mempertanyakan kondisi tersebut.
Hal itu terungkap dalam audiensi di Dinas Pertanian (Dispertan) Sukoharjo, Rabu (28/10). Acara itu dihadiri Asisten II Setda Kabupaten Sukoharjo, dan 12 orang perwakilan dari pengecer pupuk, serta tiga pengawas dan lima pengurus Paguyuban Penyalur Pupuk (P3S) Kabupaten Sukoharjo.
Dalam audiensi tersebut, para pengecer mempertanyakan adanya pasokan pupuk yang melebihi kebutuhan petani di lapangan. Empat wilayah yang dinyatakan pasokan pupuknya berlebih adalah Kecamatan Polokarto, Grogol, Gatak serta Kecamatan Kartasura.
“Di empat kecamatan itu tenang-tenang karena memiliki stok pupuk cukup banyak. Tapi kenapa di wilayah-wilayah lain tidak?” tanya Heri, perwakilan pengecer dari Weru.
Padahal, menurut Hari,  ada indikasi untuk tahun 2010 nanti, harga pupuk akan mengalami kenaikan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Giyarti, bahwa adanya kelebihan pupuk ini nantinya, dapat digunakan untuk memupuk pada bulan Januari. Pasalnya, pada bulan Januari belum ada pupuk bersubsidi.
Adanya stok pupuk yang tidak merata itu, pada satu sisi juga merugikan para pengecer pupuk di tingkat lapangan. Audiensi yang terkesan cair itu juga menjadi tempat keluh kesah para pengecer, terkait dengan pembagian wilayah dalam hal pemasaran pupuk.
Pembagian wilayah dan kondisi yang berbeda-beda itu, praktis telah menimbulkan pertanyaan di kalangan pengecer. Pasalnya, menurut pengakuan Wulansari, pengecer pupuk,       kalau hanya mendapat satu kelurahan saja, jelas rugi,” ujar Wulansari, pengecer pupuk yang telah menggeluti usaha tersebut selama lima tahun di wilayah Tawangsari mengeluhkan, ”jika alokasi penjualan pupuk yang dilakukan hanya sebatas pada 1 Kelurahan saja.  (fii)

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :