SRAGEN—Ratusan warga Dukuh Pilangbangu, Desa Sepat, Kecamatan Masaran berebut air bersih yang disuplai dari dropping Hari Lantas ke-56, Jumat (23/9). Warga mengaku sudah tiga bulan kesulitan mendapat air bersih karena sumber air dan sumur telah mengering. Pantauan Joglosemar, ratusan warga berjajar di sepanjang jalur yang akan dilalui mobil tangki dropping.
Sunarto (45) warga RT 22, Dukuh Pilangbangu menuturkan sudah tiga bulan sumber air di wilayahnya mengering. Hal itu diperparah dengan sumur proyek yang tak berfungsi. “Alhamdulillah, dapat bantuan air bersih. Sudah tiga bulan air susah didapat di sini mas,” ujar Giyanti (35) warga yang turut mengantre. Lebih lanjut, Giyanti mengungkapkan sumur-sumur di Wilayah Sepat memang sudah tiga bulan kering. Untuk memenuhi kebutuhan mandi, cuci, dan memasak warga harus mencari air dari luar daerah yang berjarak belasan kilometer. Wakapolres Sragen Kompol Hartolo mengatakan bantuan dropping digelar sebagai rangkaian peringatan HUT Lantas ke-56. Ada empat tangki air yang dibagikan ke Desa Sepat, Masaran dan Karanganyar, Kecamatan Mondokan.
Wardoyo
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |







