Minggu, 12/02/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : redaksi@harianjoglosemar.com
<div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div>

3 bahan Kosmetik Pemicu Kemandulan

Minggu, 22/11/2009 11:00 WIB - Deniawan Tommy Chandra Wijaya

Hasrat hati ingin tampil cantik, namun siapa sangka ancaman terhadap kesehatan justru mengadang. Setidaknya, hal itu menjadi pesan penting untuk kaum Hawa yang ingin selalu tampil cantik dengan mencoba berbagai jenis kosmetik.
Berbagai jenis kosmetik, saat ini ramai ditawarkan di pasaran, mulai dari produk penghalus kulit,  pemutih hingga jenis kosmetik penghilang jerawat. Namun, siapa yang bakal menyangka berbagai produk kosmetik tersebut, bukannya mempercantik paras Anda, namun justru menimbulkan risiko tidak bisa mempunyai keturunan atau menyebabkan kemandulan.
Setidaknya, hal itulah yang menjadi kekhawatiran, setelah muncul informasi dari berbagai pakar medis dan kecantikan, bahwa ada tiga jenis bahan kosmetik yang berisiko menyebabkan kemandulan bagi kaum Hawa. Ketiga bahan kosmetik berbahaya itu antara lain Phtalate, Paraben, dan Nonoxynol atau juga sering disebut Nonylphenol Ethoxylate.
Phtalate disebut-sebut bisa mengakibatkan kerusakan DNA dari sperma. Kemudian Paraben berpotensi besar menyebabkan kemandulan. Sedangkan Nonoxynol bisa merusak hormon dan memicu kematian embrio atau keguguran saat kehamilan.
Menanggapi hal tersebut dr Moerbono Mochtar,  pakar kesehatan kulit dan kelamin dari Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS), menyatakan, sejauh ini pihaknya belum pernah menemukan kasus itu secara langsung, terkait dampak dari ketiga bahan tersebut. ”Yang jelas ini merupakan wacana baru, dan harus ditelaah secara hati-hati. Karena, kosmetik yang mengandung zat beracun peredarannya pasti ilegal dan bersifat tertutup,” ujarnya.
Meski belum pernah muncul kasus di wilayah Solo, Moerbono menjelaskan, ketiga bahan kosmetik tersebut memang bisa menimbulkan dampak berbahaya bagi kesehatan tubuh. Menurutnya, segala jenis zat yang bersinggungan langsung dengan kulit, pasti akan menimbulkan reaksi tertentu pada sistem hormonal. Jika hal itu tidak dikendalikan, akan menimbulkan permasalahan. ”Seperti pemutih yang mengandung hydroquinone. Itu justru akan bereaksi menghitamkan kulit, dan berdampak pada kerusakan liver,” kata dia. ”Kalau yang jelas berdampak pada kehamilan itu vitamin A Acid, karena bisa mengakibatkan cacat pada janin yang dikandung,” ungkapnya.
Pembunuh Sperma
Sementara untuk Phtalate, Moerbono menerangkan biasanya banyak digunakan pada produk hair spray, deodoran, dan produk anak-anak. Menurutnya, pada beberapa penelitian yang telah dilakukan, zat ini justru tidak berpotensi menimbulkan kemandulan, tetapi ancaman asma, alergi, bahkan kanker kulit, dan kerusakan liver.
Sementara itu, untuk Paraben, hasil penelitian membuktikan, dari 20 orang penderita kanker payudara, 18 orang ditemukan zat Paraben di dalamnya. ”Dimungkinkan karena perembesan dari deodoran,” imbuhnya.
Sedangkan untuk Nonoxynol, dia menjelaskan, zat tersebut banyak digunakan pada bahan pelapis kondom, atau foam KB. Karena mempunyai sifat mematikan sperma, maka dimungkinkan zat ini mampu menipiskan lapisan dinding vagina. ”Bila penggunaannya secara berlebihan, dan vagina terinfeksi virus HPV juga bisa menyebabkan kanker leher rahim,” tegasnya.
Untuk itulah dia berpendapat, sebenarnya perlu diadakan penelitian yang lebih dalam, terkait wacana tesebut. Dirinya juga menyarankan agar masyarakat lebih selektif dalam memilih produk kecantikan, dan perawatan kulit. Sebab ketika sudah terjadi kesalahan penggunaan dan prosedur maka risiko kematian pun tak bisa terelakan. (Deniawan Tommy Chandra Wijaya)

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :