WONOGIRI (Joglosemar): Sebanyak 287 jemaah haji asal Wonogiri diberangkatkan ke tanah suci, Kamis (29/10). Namun rencananya jemaah akan transit lebih dulu ke asrama haji Donohudan selama satu hari. Jumlah jemaah itu terdiri dari 134 jemaah perempuan dan 153 jemaah laki-laki.
Kepala Depag Kabupaten Wonogiri, Suparno mengatakan, selama satu hari di asrama, jemaah akan mendapatkan pemeriksaan medis ulang. Hal ini penting, mengingat kesehatan jemaah yang rata-rata sudah tua, harus diutamakan.
“Tertua 80 tahun, dan yang termuda 29 tahun,” kata Suparno di pendapa rumah dinas Bupati saat pemberangkatan jemaah, Kamis (29/10).
Jemaah tertua adalah Dinem Kromodrono (88) dari Sidoharjo, sedangkan yang termuda adalah Waryanti binti Paimo (23) dari Selogiri.
Selain dilakukan pemeriksaan medis, jemaah akan mendapatkan gelang identitas beserta paspor. Demikian juga pemberian uang living cost. Masing-masing jemaah akan mendapatkan uang living cost sebanyak 1.500 real. Sementara kurs real saat ini sekitar Rp 2.500.
Suparno mengatakan, jemaah asal Wonogiri terkumpul menjadi satu kloter 24. Dalam kloter tersebut jemaah akan bercampur dengan jemaah haji lain asal Kota Tegal yang berjumlah 88 orang.
“Total jemaah di kloter 24 sebanyak 375. Itu ditambah dengan jemaah asal Tegal. Rencananya kloter 24 akan diberangkatkan menuju tanah suci, Jumat (30/10) pukul 21.00 WIB, dan rencananya berada di sana selama 43 hari. Suparno berharap Calhaj saling bantu dan konsentrasi ibadah, dan tidak boros.
Dari sekian banyak jemaah yang berangkat, beberapa di antaranya berangkat untuk kali kedua. Salah satunya adalah Samiyem (85) asal Girimarto. Samiyem mengaku itu merupakan keberangkatan yang kedua kalinya. Sebelumnya ia pernah naik haji tahun 1972. Meski sudah tua, namun dirinya masih tampak sehat dan semangat.
Selain itu ada salah satu jemaah yang berangkat meski dengan kursi roda. Ma’ruf (69) asal Eromoko menderita sakit Parkinson. Namun dia mengaku tak bermasalah dengan kondisinya.
“Dalam manasik haji kemarin saya juga tak ada masalah,” ujarnya dengan terbata-bata.
Lantaran penyakit parkinson, kedua kaki Ma’ruf sulit digerakkan dan terasa sakit. “Hanya lutut ke bawah terasa sakit. Namun lutut ke atas normal,” kata Ma’ruf. Pensiunan pegawai KUA tersebut akan berangkat ke tanah suci dengan ditemani istri tercintanya. (nun)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |







