KARANGANYAR—Dunia internasional sekarang sedang menghadapi kelangkaan gula yang mengakibatkan tingginya harga gula dunia. Kondisi ini menggambarkan bahwa keputusan untuk swasembada gula pada tahun 2014 menjadi sangat relevan.
Demikian disampaikan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Aria Bima, kepada wartawan di sela-sela kunjungan kerjanya bersama anggota Komisi VI DPRI RI lainnya ke Pabrik Gula Tasikmadu Karanganyar, Kamis (23/2). ”Pemerintah sudah mencanangkan bahwa 2014 itu swasembada gula. Baik gula konsumsi maupun gula industri. Untuk gula konsumsi sekitar 2,7 juta ton, industri 3 juta ton,” katanya.
Lebih lanjut, politisi PDI-P ini menuturkan, Panja gula DPR RI dengan pemerintah sudah sepakat bahwa untuk swasembada gula harus dimaknai dengan swasembada gula berbasiskan raw material tebu. Hal ini dimaksudkan agar program swasembada gula dengan jumlah 5,7 juta ton ini korelatif dengan peningkatan kesejahteraan petani.
”Sehingga kami bersama pemerintah sudah menyepakati ada dua hal ada program on farm dan off farm. On farm sudah kita hitung dari luas area selain intensifikasi dan ekstensifikasi lahan yang sudah ada, penyediaan lahan baru juga diadakan seluas 350.000 hektare untuk mendukung raw material on farm berbasis tebu,” jelasnya.
Hal ini, imbuh dia, sudah disepakati antara Menteri Perekonomian, Menteri Kehutanan, Inhutani dan Perhutani. Perluasan on farm ini sekarang sudah dilaksanakan kerja sama plasma dan inti dengan pihak swasta. Adapun areanya meliputi wilayah Lampung, sebagian kecil di wilayah Jawa, NTB dan Sulawesi.
Sementara itu, Bambang Sucahyo, Administratur PTPN IX PG Tasikmadu, di sela-sela acara kunjungan tersebut kepada wartawan mengatakan, pihaknya merencanakan perbaikan pabrik untuk memantapkan kapasitas yang ada. Untuk jangka panjang, nantinya ada penambahan power listrik karena selama ini power listriknya pas-pasan. Kita harapkan bisa meningkat menjadi 4 Megawatt.
”Pada tahun 2011 kami giling hanya 3 juta kuintal tebu. Harapannya nanti bisa 4,3 juta kuintal tebu di tahun 2013. Sekarang di tahun 2012 masih 3,9 juta kuintal tebu,” jelasnya.
Yasser Arafat
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |







