SRAGEN—Hujan deras yang mengguyur wilayah Sragen dalam dua hari terakhir membuat ancaman longsor di permukiman sepanjang bantaran Sungai Mungkung terus meningkat. Jika sebelumnya, hanya tujuh rumah di Desa Tugu dan Gabusan yang terancam hanyut, kini jumlah rumah yang posisinya kritis sudah mencapai 18 rumah.
Derasnya aliran sungai pasca hujan memicu ambrolnya tebing-tebing di sekitar sungai. Akibatnya, rumah yang sebelumnya masih aman kini semakin dekat dengan bibir sungai. Bahkan beberapa di antaranya tinggal berjarak kurang dari lima meter dari bibir sungai sehingga sangat rentan hanyut jika arus sungai kembali deras.
Rumah-rumah yang terancam longsor dan hanyut tersebut tersebar di dua dusun yakni Tugu dan Gabusan dan Ngangin. Tambahan sembilan rumah tersebut diketahui dari hasil pendataan sementara yang dilakukan Pemdes Tangkil.
“Ada sekitar 18 rumah yang sekarang posisinya kritis karena jaraknya sudah dekat dengan bibir sungai. Kami sudah mengimbau agar mereka senantiasa waspada dan segera mengaman diri jika ada hujan deras dan air sungainya tinggi. Khusus untuk warga yang rumahnya sudah sangat dekat juga kami sarankan untuk segera mengungsi ke rumah tempat aman,” papar Kades Tangkil, Suwondo, kepada wartawan Jumat (19/3).
Imbauan kewaspadaan juga dilontarkan mengingat belakangan ini, tingkat longsoran semakin intensif. Bahkan rekahan tanah di bantaran yang ada permukiman warga kini sudah selebar 8 meter.
“Setiap ada hujan deras kami selalu waswas. Lha jarak rumah saya ke sungai hanya tinggal 5 meter dan tebingnya juga terus longsor. Tadi malam saja longsor lagi sekitar 1 meter karena airnya naik,” ujar Hadi Sumarto, 71, warga RT 1/RW I, Tangkil, ditemui Joglosemar.
Terpisah Kepala Bidang Pengairan Pertambangan dan Energi Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Sragen Sukatno juga mengimbau agar warga sepanjang bantaran senantiasa waspada terhadap bahaya longsor. Pasalnya, intensitas curah hujan yang tinggi memang berpotensi menimbulkan longsor pada tanah bantaran yang gembur.
Guna mencegah meluasnya longsoran, dalam waktu dekat akan segera dipasang bronjong batu yang diperoleh dari Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS). Menurut rencana, ada 20 bronjong yang akan dipasang di sepanjang bantaran terutama di areal tikungan di daerah Gabusan, dan Tugu yang memang banyak terdapat permukiman.
“Bronjongnya sudah ada tapi kemungkinan baru bisa dipasang kalau situasinya sudah memungkinkan. Mungkin bulan depan baru dan volumenya juga akan ditambah tidak hanya 20 bronjong,” tandasnya. (yok)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |







