SOLO—Sebanyak 17 orang mengikuti Ujian Nasional (UN) susulan, Senin (29/3), hari ini. Mereka yang mengikuti UN susulan terdiri tujuh siswa SMK dan 10 siswa SMA. Minimnya peserta UN susulan dikarenakan siswa sudah bekerja dan mengundurkan diri. Selain itu, ada yang memilih ikut ujian kejar paket C.
“Bagi yang sakit harus mencantumkan keterangan. Keterangan siswa tersebut harus bisa dipertanggungjawabkan jika ingin mengikuti ujian susulan, sedangkan peserta ujian tanpa keterangan dinyatakan gugur dalam UN,” tegas Rakhmat Sutomo, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Surakarta, Jumat (26/3).
Profesionalisme
Katanya, UN susulan bagi SMA/SMK berbarengan dengan dimulainya UN untuk SMP, Senin (29/3), hari ini. “Secara kebetulan waktu UN SMP berbarengan dengan ujian susulan setingkat SMA. Hal ini lumrah terjadi, toh dari masing-masing substansi sudah tertera secara jelas dalam prosedur operasional sekolah,” paparnya.
Menyinggung soal masalah pengawasan UN, katanya, lebih difokuskan pada profesionalisme pengawas ruang yang telah dikoordinasi sebelumnya. Pola pengawasan dari petugas keamanan dan pengawas ruang lebih diperketat kembali. Hal ini dimaksudkannya guna meminimalisasi kecurangan yang dilakukan dari pengawas ruang maupun peserta ujian. “Tidak ada perubahan yang signifikan, kali ini lebih menjadi tanggung jawab pribadi pengawas yang telah sepakat mengemban tugasnya secara bijak,” tegasnya. (bns)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |







