BATANG—Dua kecelakaan lalu lintas berturut-turut terjadi di jalur Pantura (pantai utara) Jawa Tengah, tepatnya di wilayah Kabupaten Batang. Rabu (17/3) dini hari pukul 04.00 WIB, sebuah bus PO Jaya AE 7159 US jurusan Ponorogo-Jakarta ngebut dan hilang kendali, sehingga terguling dan ditabrak oleh truk Hiba H 1994 MS yang datang dari arah berlawanan. Sebanyak 10 penumpang tewas dan belasan lainnya luka parah.
Malam sebelumnya, Selasa (16/3) pukul 21.00 WIB di jalur yang sama, sebuah truk trailer B 9368 U menabrak tebing karena tak kuat merambat di tanjakan curam. Muatan pelat besi dan balok baja menimpa enam remaja berpakaian punker yang menumpang di bak belakang.
Akibatnya lima orang tewas dan seorang lagi dirawat di rumah sakit.
Informasi yang dihimpun Joglosemar sejumlah korban kecelakaan bus PO Jaya juga dirawat di beberapa rumah sakit di Solo, di antaranya RS dr Oen dan RS PKU Muhammadiyah. Diduga, mereka adalah korban luka ringan yang berdomisili di Surakarta. Namun, berapa jumlahnya dan identitas mereka, belum diperoleh.
Kecelakaan bus PO Jaya terjadi di daerah Gringsing, Batang. Kasat Lantas Polres Batang, AKP Bagus Prasetyo mengatakan, bus PO Jaya yang dikemudikan Wagimin (42) warga Ngawi, melaju dari arah timur dengan kecepatan tinggi. Di sebuah turunan tajam, bus berusaha menyalip beberapa kendaraan, namun hilang kendali hingga melompati pembatas jalan.
“Dalam kondisi seperti itu, pengemudi berusaha kembali ke jalurnya. Namun malah menabrak pembatas jalan dan terguling. Saat itu truk yang datang dari arah berlawanan tidak dapat menghindar, sehingga terjadi kecelakaan,” paparnya.
Sedikit berlainan adalah kesaksian Fitri (25) penumpang asal Solo. Dia menuturkan, semula menumpang bus PO Timbul Jaya dalam perjalanan ke Jakarta. Karena bus mogok, dia dan tujuh penumpang lain dioper ke PO Jaya. “Kecelakaan itu karena bus mendahului truk, lalu tak terkendali dan melompati pembatas jalan. Dari arah berlawanan ada truk, tabrakan, baru bus terguling,” ujarnya.
Akibat kecelakaan itu, 10 penumpang bus termasuk pengemudi tewas di tempat. Jenazah mereka, bersama para korban luka lainnya dievakuasi ke tiga rumah sakit terpisah. Slamet Setiawan (40) warga Jakarta, Sumarno (30) warga Bandar Lampung, dan Wagimin (55) asal Ngawi, berada di RSUD Soewondo, Kendal. Di sana juga ada tiga jenazah lain yang belum diketahui identitasnya.
Di RSI Weleri, terbujur jenazah Choirin (25) warga Bojonegoro dan Kasiran (60) warga Madiun. Sedangkan di Puskesmas Rowosari Kendal, korban tewas yang dilarikan ke sana adalah Deni Wijaya (23) dan Arifin Sembiring (55) asal Sragen.
Belasan korban luka juga dirawat di sejumlah rumah sakit dan puskesmas. Di RSUD Soewondo terdapat 16 korban luka, RSI Weleri 14 orang luka, Puskesmas Subah 2 korban luka dan Puskesmas Limpung 2 korban luka.
Tergencet Pelat Besi
Sementara itu, kecelakaan yang menimpa para punker terjadi di ruas jalan Alas Roban Poncowati, sekitar pukul 21.00 WIB, Selasa malam (16/3). Truk yang dikemudikan Alexander Siwabesi (46) dari arah barat mengalami celaka di tanjakan yang cukup terjal.
Truk tersebut memuat beberapa gulungan pelat besi dan balok baja yang diikat dengan penambat baja. Namun, dididuga pengait kurang kuat, tumpukan batangan besi melorot, dan turut membawa enam punker yang duduk di atasnya. Lima orang tewas tertimbun besi, sementara satu orang luka parah.
Karena kejadian itu, truk juga kehilangan keseimbangan sehingga melorot mundur lalu menabrak tebing sisi kanan jalan. Proses evakuasi berlangsung hingga dini hari. Korban tewas umumnya tergencet pelat besi dan tertindih balok baja.
Korban meninggal masing-masing Itong (19), warga Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Pucil (15), Angga (23), Lulu (17), ketiganya warga Pekalongan. Seorang korban lagi belum dapat diidentifikasi, diperkirakan berusia 15 tahun.
Sementara itu, korban selamat Aris Febrianto (19), asal kecamatan Tengah Tani, Kabupaten Cirebon, saat ini tengah dirawat intensif di RSUD Batang. Jenazah kelima korban juga masih berada di RS yang sama. (dtc/ono)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |







