WONOGIRI—Pemkab Wonogiri akan mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan sebesar Rp 38 miliar untuk jenjang pendidikan SD/SLB dan SMP. Namun APBD Kabupaten harus menyediakan dana pendamping 10 persennya, sehingga total DAK Pendidikan senilai Rp 41 miliar.
DAK Pendidikan tersebut, 60 persen akan dialokasikan untuk jenjang SD/SDLB dan 40 persennya untuk jenjang SMP. Sekretaris Komisi IV, Ngadiyono mengatakan hal itu dalam sosialisasi DAK Pendidikan bersama jajaran Dinas Pendidikan (Disdik) Wonogiri di ruang Komisi IV. Ia mengatakan, untuk DAK Pendidikan tahun ini alokasinya lebih beragam. Bukan hanya untuk pembangunan fisik seperti DAK tahun lalu.
“Pertemuan kali ini baru membahas DAK Pendidikan bagi jenjang SD. Untuk SMP belum. Ada sekitar 137 SD yang akan mendapatkan DAK Pendidikan. Pengelolaannya nanti secara swakelola tanpa pihak ketiga,” paparnya.
Meski swakelola, namun sekolah penerima DAK diarahkan untuk mengalokasikan dana tersebut 30 persen untuk pembangunan prasarana pendidikan berupa ruang atau gedung perpustakaan dan 70 persen untuk penyediaan sarana penunjang peningkatan mutu pendidikan, dari alokasi 60 persen tadi.
Meski penerima DAK untuk jenjang SMP belum jelas, namun menurut Ngadiyono, alokasinya sudah jelas. Dari 40 persen total DAK tadi, 30 persennya untuk pembangunan prasarana pendidikan berupa rehabilitasi ruang, pembangunan ruang kelas baru (RKB), serta pembangunan gedung perpustakaan. 35 persennya untuk pengadaan buku perpustakaan dan 35 persen lainnya untuk penyediaan alat pendidikan.
“Agar pembangunan gedung tidak molor seperti tahun lalu, Komisi IV meminta agar penggambaran tidak hanya menunggu DPU, tapi boleh memakai jasa pihak ketiga, dengan catatan legalisasi gambar oleh DPU,” jelasnya. (son)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |







