BOYOLALI (Jogosemar): Populasi tanaman pepaya di Kabupaten Boyolali terancam musnah, pasalnya dari 140.000 pohon sekitar 135.000 batang mati diserang hama kutu putih. Sementara tingkat kerugian masih dalam proses pendataan.
Kondisi serangan hama yang parah ini membuat Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Jawa Tengah pun turun tangan dengan melakukan eradikasi (pembabatan) dan memberikan bantuan insektisida kepada para petani.
Kepala BPTPH Jateng, Suryo Banendro mengatakan di Jateng saat ini terdapat 10 kabupaten yang menjadi sentra tanaman pepaya, termasuk Boyolali yang mendapat serangan parah hama kutu putih.
“Pencegahan dan pemberantasan kutu putih kami konsentrasikan di Boyolali karena dari sebanyak 140.000 batang pohon pepaya, ternyata sebanyak 135.000 telah mati terserang hama,” ungkap dia, Jumat (30/10).
Suryo yang ditemui di sela-sela pemberian bantuan insektisida kepada petani pepaya di Dukuh Singosari Desa Singosari Kecamatan Mojosongo, menjelaskan serangan hama di Boyolali semakin meluas dan mulai menjamah wilayah Kabupaten Klaten. Saat ini terdata sekitar 300 batang pohon pepaya di Klaten juga mulai diserang hama. Total tanaman pepaya di Jateng yang sudah terserang hama mencapai 135.878 batang.
“Selain belum ketemu apa musuh alaminya, kondisi cuaca yang panas saat kemarau memacu perkembangan kutu dengan cepat, apalagi tekstur tubuhnya yang dilindungi lapisan lilin itu membuat hama satu ini sulit diberantas,” papar Suryo.
Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Boyolali, Juwaris, mengatakan saat ini serangan hama kutu putih di Boyolali sudah meluas dari sentra tanaman pepaya di Kecamatan Mojosongo, ke daerah lain seperti di kecamatan Banyudono, Musuk, Teras, Ampel, Cepogo dan sekitarnya. “Serangan itu tak hanya mematikan pepaya jenis impor, tapi yang lokal pun kena, bahkan pepaya andalan Boyolali yang disebut M9 sebagian juga sudah mati diserang kutu,” imbuhnya. (ono)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |







