Jumat, 18/05/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : harianjoglosemar@gmail.com

122 Siswa Absen UN

Selasa, 23/03/2010 09:00 WIB - bns/m4

SOLO—Hari pertama pelaksanaan ujian nasional (UN) SMA/SMK untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, ada 122 siswa yang absen. Dari 122 siswa terdiri dari 77 siswa SMA dan 45 siswa SMK. Data tersebut diperoleh dari tim pemantau independen (TPI).
“Mereka yang tidak hadir itu banyak sekali macam alasan, mulai dari sakit, mundur, tanpa keterangan dan ada satu orang yang meninggal dunia,” ungkap Suwarto, Sekretaris TPI Kota Surakarta, Senin (22/3).
Data terakhir yang diperoleh TPI, untuk siswa SMA ada 77 orang terdiri jurusan Bahasa Indonesia 34 siswa dan Biologi 43 siswa. Kemudian untuk siswa SMK ada 45 siswa terdiri dari Sub Rayon I ada 34 siswa dan Sub Rayon II ada 11 siswa.
Walikota Surakarta Joko Widodo (Jokowi) bersama Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Surakarta, Rakhmat Sutomo, melakukan pemantauan pelaksanaan UN ke beberapa sekolah. Sekolah yang sempat dipantau di antaranya SMA Muhammadiyah 2, SMA Batik II, SMA Al Islam dan SMK Bhineka Karya.
Jokowi menyebutkan pelaksanaan UN tahun ini cukup tertib. Hal ini dibuktikan dengan belum ditemukannya kendala-kendala yang berarti di hari pertama UN. “Relatif lancar UN tahun ini. Mudah-mudahan kesepakatan menggelar ujian nasional secara jujur dapat dipegang teguh oleh semua kalangan, baik siswa, pengawas maupun tim pemantau UN,” tegas Jokowi saat berada di SMA Al Islam, Senin (22/3).
Pengawasan Ketat
Rakhmat menambahkan UN kali ini merupakan tolok ukur untuk penyelenggaraan UN di masa yang akan datang. Dengan kejujuran, diharapkan akan tercipta kota putih yang selama ini telah melekat.
Teknik pelaksanaan UN relatif berjalan dengan lancar, salah satunya belum ditemukan naskah soal yang rusak. “Belum ditemukan naskah soal yang rusak, hal ini telah kami persiapkan sebelumnya. Jumlah angka kerusakan berkurang dari tahun lalu,” katanya.
Tim pengawas independen yang diwakili Taufiq Rahman mengatakan pelaksanaan UN lebih matang dan ketat pengawasannya dibandingkan tahun lalu. Bahkan dalam rapat koordinasi di kantor Dewan Pendidikan Kota Surakarta, Senin (22/3), Taufiq menyebutkan ada kejadian unik ketika mengunjungi pelaksanaan UN di beberapa sekolahan.
“Iya, cukup aneh. Dari kunjungan saya tadi belum ditemukan ada siswa yang pamit untuk ke belakang, mungkin ini salah satu dampak dari ketatnya aturan UN, “ujarnya.
Pantauan Joglosemar di SMAN Surakarta, pelaksanaan UN berlangsung lancar. Hal tersebut ditegaskan Kepala SMAN 4 Surakarta, Edy Pudiyanto.
“UN yang diadakan tahun ini sebenarnya sama dengan tahun-tahun sebelumnya karena UN bagi kami sudah biasa dilakukan. Jadi kami tidak merasa takut lagi. Apalagi UN ini sudah jauh dari isu-isu kunci jawaban. Alhamdullillah, siswa tidak terpengaruh. Mereka murni mengerjakan UN sendiri,” tegas Edy.
Siswa yang mengikuti UN ada 402 orang terdiri dua jurusan, 181 siswa IPA dan 221 siswa IPS. (bns/m4)

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :