SOLO—Asosiasi Tour dan Travel Pariwisata (Asita) Solo dimotori oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan akan menggelar Bengawan Travel Mart (BTM) 2010 pada Tanggal 28 hingga 30 April 2010 mendatang di Hotel Sahid Jaya Solo.
Tahun ini, peserta buyer per 24 April 2010 lalu telah mencapai 115 baik dari dalam maupun luar negeri. Buyer dari luar di antaranya China sembilan orang, Australia 12 orang dan pemain baru dari Singapura yakni 11 orang. Sementara buyer lokal berasal dari DKI Jakarta, Bali, Lombok, Surabaya, Jawa Barat, Kalimantan, Manado, dan Sumatra. Sementara untuk seller berjumlah 85 perusahaan yang terdiri dari restoran, hotel dan resorts, travel agent, obyek wisata, dan penjual produk oleh-oleh di wilayah Solo, Semarang, Jakarta, Magelang dan Salatiga.
“Saat ini seluruh persiapan sudah baik, begitu juga sejumlah akomodasi. Keterlibatan PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) di Solo juga ada, dengan menfasilitasi seluruh buyer baik untuk makan malam, tur dan yang lainnya. Sementara bagi seller dari dalam Solo kena charge Rp 200.000 karena sudah ada subsidi dari Pemkot Solo Rp 100.000, dan seller dari luar Solo membayar Rp 300.000,” terang Wakil Ketua Umum BTM 2010, NHS Dewojono, kepada wartawan akhir pekan lalu.
Berbeda
Ditambahkan Dewojono, dalam gelaran BTM 2010 ini, hotel kecil pun kini turut berpartisipasi untuk menjual dirinya. Hal ini menjadi titik kemajuan mengingat pada BTM sebelumnya, mereka belum pernah ikut.
Koordinator Divisi Travel Mart, Robbie Arisutantyo menambahkan, para peserta nantinya akan mengikuti welcome dinner bersama Walikota Surakarta di Lodji Gandrung pada 28 April mendatang. Selain itu sejumlah rangkaian kegiatan telah dipersiapkan bagi peserta BTM 2010 yakni Solo Menari, Table Top, dan diakhiri dengan Post Tour ke beberapa lokasi wisata di eks-Karesidenan Surakarta.
“Untuk delegasi China dan Singapura akan menikmati paket Wisata Jogja-Borobudur, dana mereka akan melihat konteks jaraknya nanti dari Solo,” tegasnya.
Terkait konsep mark session, table top kali ini, menurut Robbie memang berbeda dibanding tahun lalu. Sebab pada BTM 2010 ini, justru buyer lah yang duduk, sementara seller yang akan berdiri mendatangi mereka satu persatu dan menawarkan promosi produk atau yang lainnya, dengan waktu lima menit. Nah, tindak lanjut ketika ada kerja sama bisa dilakukan diluar Mart Sesion tersebut.
“Kali ini record tertinggi seller Solo , karena bisa mencapai 50 persen dibanding tahun sebelumnya. Sebab tahun lalu seller dari daerah lain lebih banyak dibandingkan seller dari eks-Karesidenan Surakarta. Selain itu, sementara ini ada permintaan buyer dari Jakarta yang mau menjadi peninjau yakni Harmony Tour dan ETC,” pungkasnya. (qds)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |







