ACEH—Polisi kembali berhasil menangkap seorang yang masuk DPO terorisme di Aceh. Dia adalah Mukhsin alias Imam Muda alias Aconk, asal Keude Lampoh Saka, Kabupaten Pidie, Aceh.
Sementara itu, Kapolda Jateng, Irjen Pol Alex Bambang Riatmodjo mengimbau masyarakat waspadai kaderisasi teroris.
Tersangka teroris Aceh, Muksin diringkus oleh tim Opnal Polres Pidie di rumahnya. Selanjutnya, Sabtu (20/3), tersangka dibawa ke Mapolda Aceh. Penangkapan bermula ketika tim Opnal Pidie dihubungi pihak keluarga tersangka, yang memberitahukan bahwa tersangka terlibat aksi teroris.
Orangtua tersangka sendiri merasa anaknya tidak punya kaitan dengan hal itu dan meminta polisi tidak menembak anaknya.
Gangguan Jiwa
Sang orangtua tersangka kepada polisi mengatakan, bahwa anaknya tidak ada kaitan dengan teroris, bahkan dia juga menyampaikan bahwa Mukhsin mengidap gangguan jiwa, dan mengaku tidak memiliki keterkaitan dengan aksi di Aceh Besar. ”Saya mohon anak saya dibebaskan,” harap orangtua tersangka seperti dikutip inilah.com.
Dari selebaran yang disebar petugas kepolisian, tersangka adalah satu di antaranya para DPO teroris yang menjadi buruan polisi. Bukti itu terlihat setelah dicocokkan dengan data yang ada pada polisi.
Terkait dengan adanya penangkapan anggota teroris asal Pidie atas nama Mukhsin, Kapolres Pidie AKBP Moffan Mudji Kawanti SIK SH, membenarkan pihaknya telah menangkap orang yang diduga terlibat jaringan teroris. Tersangka merupakan salah satu nama dalam urutan 20 tersangka teroris yang menjadi DPO polisi.
Terpisah, Kapolda Jawa Tengah, Inspektur Jenderal Polisi Alex Bambang Riatmodjo, mengimbau masyarakat agar mewaspadai kaderisasi terorisme. ”Imbauan itu terkait banyaknya warga Jateng yang dikader oleh para teroris sebelumnya,” katanya usai latihan bersama penanggulangan terorisme oleh Polri dan TNI, di Semarang, Sabtu (20/3).
Ia mengemukakan, karakter masyarakat Jateng yang sabar, lemah lembut, rendah hati, dan bertoleransi tinggi sering dimanfaatkan oleh para teroris.
Kalangan orang tua, katanya, agar mewaspadai dan memperhatikan tingkah laku anak-anaknya secara dini agar tidak sampai menjadi teroris.
Ia menjelaskan, ancaman terorisme bisa terjadi di manapun, kapanpun, dan dengan sasaran apa saja. ”Oleh karena itu berdasarkan perintah Mabes Polri, setiap Polda harus melakukan latihan antiteror bersama dengan TNI. (ant/mas)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |







