Perasaan deg-degan pastinya saat ini tengah menghinggapi siswa kelas XII SMA atau SMK di mana pun. Pasalnya, Ujian Nasional (UN) yang menjadi penentu kelulusan mereka sudah berada di depan mata. Tepatnya Senin (22/3), UN akan dimulai.
Perasaan waswas ini pula yang tersirat dari wajah-wajah siswa kelas XII di SMAN 1 Karanganyar. Kendati sekolah ini sudah mengusung label RSBI, namun wajah-wajah tegang siswa membayangkan soal UN Senin esok sudah mulai terlihat. Memang untuk mengurangi ketegangan dan menambah kepercayaan diri para siswa, di detik-detik terakhir ini sekolah menggelar acara doa bersama dan sungkeman bareng antara siswa dengan guru, Jumat (19/3).
Diikuti tidak kurang dari 416 siswa, acara di halaman sekolah ini diawali oleh pesan dan imbauan kepada para siswa oleh Kepala SMAN 1 Karanganyar, Sobirin. Setelah itu, suasana berubah hening tatkala dilantunkan doa untuk para siswa yang berisi harapan agar diberikan hasil terbaik pada pelaksanaan UN nanti. Seluruh siswa terlihat menundukkan wajah mereka, dengan tidak sedikit pula siswa yang mulai menitikkan air mata.
Sejurus kemudian para siswa pun berjajar rapi untuk bersalaman dengan para guru yang juga sudah berjajar di depan halaman sekolah tersebut. Dengan antre, mereka satu per satu menjabat dan mencium tangan bapak dan ibu guru. ”Tak doakan semoga bisa mengerjakan soalnya dan lulus ya, nak,” ucap seorang guru.
Suasana haru tidak terbendung lagi, beberapa siswa terlihat menangis dan menitikkan air mata ketika memohon doa restu kepada gurunya. “Saya jadi terharu dan ingat masa-masa nakal saya di kelas ketika diajar sama bapak dan ibu guru,” tutur Yanuar Noor Cahyanto salah satu siswa dari Kelas XII IPS.
Perasaan yang sama juga dialami oleh salah satu siswa di Kelas XII IPA, Aprilia Putri. Kendati dalam beberapa hari ini dia masih merasa was-was, tetapi ia bersyukur dengan acara doa bersama dan sungkem kepada guru ini, membuatnya lebih percaya diri lagi. ”Pas sungkem itu jadi pengen nangis aja inget jasa bapak dan ibu guru yang telah mengajar kita selama ini. Tetapi sekarang tinggal kita harus belajar dan berdoa menghadapi UN besok,” kata dia.
Sementara, Sobirin mengungkapkan, selain meningkatkan kepercayaan diri siswa dengan acara doa bersama, sekolah juga telah memberikan bekal pembelajaran yang cukup. ”Persiapan sudah kami lakukan sejak semester satu dengan memberikan pengayaan, tambahan pelajaran bahkan kami sudah menggelar try out hingga empat kali,” tambahnya. (Bagus Sandi Tratama)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |







