DENPASAR—Perebutan posisi Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) diprediksi kian sengit. Kendati nama Megawati Soekarnoputri, telah mendapatkan dukungan penuh dari seluruh DPD dan DPC PDIP, untuk kembali memimpin PDIP. Namun demikian, penantang Megawati, justru datang dari adik kandungnya, Guruh Soekarnoputra.
Dukungan penuh dari DPD dan DPC, tidak membuat Guruh gentar dan menyurutkan niatnya untuk tetap maju mencalonkan diri sebagai ketua umum PDIP untuk menggantikan, Megawati. ”Meski hanya ada satu DPC yang memilih saya untuk maju, tetap kita hormati dan saya akan maju untuk berkompetisi dengan Mega,” kata Guruh Soekanoputra dalam seminar nasional Dialog Kebangsaan Pentingnya Regenerasi Kepemimpinan, yang diadakan di Denpasar seperti dikutip vivanews.com, Minggu (7/2).
Guruh juga mengingatkan agar DPC memilih para kadernya secara tepat. Karena menurutnya, saat ini massa Mega sudah bergeser. ”Sudah saatnya Mbak Megawati itu lengser dan kita sebagai negarawan harus punya kalkulasi politik,” tuturnya.
Sebab menurutnya, bila melihat proyeksi suara PDIP pada Pemilu lalu sudah menurun dari Pemilu ke Pemilu, ditambah lagi Pemilu 2009 tambah turun.
”Kalau masih dipertahankan gimana menggenjot suara tahun 2014,” tuturnya.
”Mungkin massanya Mbak Mega sudah bergeser dan percayakan kalau ada kader Guruh yang siap dan mengamankan ajaran Bung Karno.”
Saat ini, Guruh melihat adanya upaya penjegalan dirinya untuk maju sebagai Ketua Umum PDIP melalui keberadaan Surat Keputusan (SK) DPP No 435/KPTS/DPP/ XI/2009.
Menurut Guruh, adanya SK DPP itu maka suara PAC tentang nama calon ketua umum selain Megawati sengaja dipotong dari bawah.
SK DPP No 435 itu berisi tentang pedoman pencalonan nama ketua umum melalui pelaksanaan rapat PAC, Konfercab, Konferda dan Kongres III PDIP merupakan upaya untuk mengganjal pencalonannya sebagai calon ketua umum PDIP. Meski demikian, Guruh menyatakan siap dan tetap maju sebagai calon ketua umum karena ada suara akar rumput yang meminta dirinya maju menggantikan Megawati Soekarnoputri. ”Akhirnya dengan segala pertimbangan saya menyatakan siap dan bersedia, memimpin organisasi ini dengan segala konsep dan program,” kata Guruh.
Diselamatkan
Guruh mengakui jika pemilihan Ketua Umum DPP PDIP dilakukan berdasarkan aturan formal seperti selama ini, yang mengandalkan suara DPC, DPD dan elite partai, di atas kertas dirinya kalah dari Megawati. ”Tetapi kalau berdasarkan dukungan ‘akar rumput’, masyarakat simpatisan PDIP, saya menang dari Mbak Mega. Saat ini pun saya sudah menang,” katanya diplomatis.
Ia menyatakan bahwa kalangan elite pengurus pusat PDIP maupun DPD hingga DPC, masih dapat dengan mudah dikendalikan untuk mendukung pemenangan Megawati pada kongres, April mendatang. Meski begitu, Guruh, akan terus bergerak ke seluruh daerah guna berjuang mewujudkan dukungan nyata dari masyarakat PDIP, yang diharapkan mampu mendobrak hati nurani para pengurus PDIP di semua jenjang agar tergerak melakukan perubahan. ”Hanya melalui dorongan dari masyarakat bawah itulah para ‘penguasa’ PDIP saat ini bisa tergerak melakukan perubahan. Kalau itu terwujud, ya saya tercapai memimpin PDIP secara formal.”
Ia menyatakan tekatnya untuk terus bergerak ke seluruh daerah guna mendapatkan dukungan nyata menjadi Ketua Umum DPP PDIP, terutama demi menyelamatkan partai yang perolehan suaranya dalam Pemilu terus merosot.
President The Sukarno Center Bali Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna, malah memprediksikan PDIP pada Pemilu mendatang hanya akan mampu meraih suara sekitar lima persen jika tetap di bawah kepemimpinan Megawati. ”Oleh karena itu partai yang mewariskan ajaran Bung Karno, termasuk Pancasila ini harus kita selamatkan.” (ant)








