Tidak terbayangkan kesedihan Suradi, warga Dusun Kebonromo, RT 1 RW 12 Desa Gondangmanis, Kecamatan Karangpandan hari itu, Selasa (9/3) malam. Putra bungsunya yang bernama Bayu Tri Setianto (16) sedari Selasa siang pamit bermain ke rumah temannya di Desa Ngalian, Kecamatan Mojogedang sampai malam tidak juga kunjung pulang.
Hingga akhirnya, kabar menyayat hati datang. Bayu bersama Eko Yulianto (14), teman akrabnya diberitakan terjatuh di Jembatan Jikut yang terputus sore harinya. Keluarga yang mendengar kabar ini, malam itu langsung mengecek ke lokasi kejadian. Di situ mereka terkejut saat mendengar ciri-ciri sepeda motor dan remaja yang terjatuh tersebut sama persis dengan Bayu.
Namun, apa lacur, arus sungai yang melintas di bawah jembatan Jikut malam itu sangat besar dan deras. Warga pun tidak berani turun dan melakukan pencarian. Tim SAR Karanganyar yang datang ke lapangan dan melakukan upaya pencarian maksimal malam itu pun belum mendapatkan hasil.
“Keluarga sudah datang malam tadi ke tempat kejadian, tetapi air sungai besar dan kami juga takut kalau harus memaksa melakukan pencarian, jadi kami semalam hanya pasrah saja,” tutur Ngatmi, sepupu Bayu.
Pagi harinya, Rabu (10/3), tangis pecah di dalam rumah Suradi, saat jasad Bayu, diantarkan ke rumah duka. Suradi yang tidak kuasa melihat tubuh putranya dalam kondisi tidak bernyawa lagi, menangis dan berteriak-teriak histeris. Kerabat keluarga serta tetangga yang mengerumuni jenazah korban pun tidak sanggup pula menahan tangis mereka.
Jasad Bayu Tri Setianto (16) satu dari dua korban yang jatuh dan hanyut terbawa arus sungai karena putusnya Jembatan Jikut memang berhasil ditemukan oleh tim SAR Karanganyar pada pagi sekitar pukul 09.00 WIB. Jasad Bayu ditemukan di Kedung Wedus, Mojogedang, yang berjarak sekitar 3 kilometer dari tempat kejadian.
Jasad Bayu yang tiba di rumah, pun terpaksa tidak bisa disaksikan oleh ibunya, Suriptini, yang tengah bekerja di Taiwan. “Ini sudah berangkat dari Taiwan paling nanti malam atau besok pagi baru bisa sampai di sini,” tutur Ngatmi.
Menurutnya, Bayu yang masih duduk di kelas 1 salah satu SMK di Karanganyar ini selama ini layaknya remaja kebanyakan yang suka main. “Dia memang banyak teman dan sering main, teman akrabnya bermain ya Eko itu,” tuturnya. Selasa siang itu memang Bayu bermain ke rumah temannya yang beralamat di Desa Ngalian, Mojogedang itu karena pada hari Senin lalu temannya tersebut sudah bermain ke rumah Bayu. (Bagus Sandi Tratama)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |







