Jumat, 18/05/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : harianjoglosemar@gmail.com

“Sebenarnya Dia Sudah Dilarang Pergi”

Jumat, 19/03/2010 09:00 WIB - Ari Purnomo/M Ismail/Ant

Kecelakaan maut bus PO Jaya di jalur Pantura, di Kabupaten Batang, Jawa Tengah menyisakan duka bagi warga di wilayah Surakarta. Sumarno (42) salah satu tewas telah dimakamkan di desa asalnya, Pundungrejo RT 2/RW II, Kecamatan Tawangsari, Sukoharjo, Kamis (18/3). 
Sementara itu, dua korban lainnya masih dirawat intensif di RSU Dr Oen Surakarta. Mereka adalah Agus Wardoyo (40) dan Hendro Paryanto (38),  keduanya warga Gayam, RT 3/RW I, Duyungan, Sidoarjo, Sragen.
Informasi yang diperoleh Joglosemar di RSU Dr Oen Surakarta menyebutkan, korban Agus Wardoyo hingga kini masih dirawat intensif di ruang ICU karena luka cukup serius di otak sebelah kanan dan tulang rusuk kanan patah. Ayah korban, Suhardi (76) mengatakan kepala korban sudah dioperasi Rabu (17/3) malam.
”Ya dokter telah mengoperasi bagian kepala, tetapi tulang rusuknya belum,” kata Suhardi  di sela-sela menunggu anaknya tersebut.
Hendro Paryanto, yang juga adik ipar Agus juga menjadi korban,  dan sama-sama dirawat di RSU Dr Oen Surkarta, bangsal Triganda Nomor 10. Sebenarnya Hendro tidak mengalami luka serius,  namun beberapa bagian tubuhnya memar serta lecet-lecet  kecil akibat pecahan kaca bus.
”Saya tidak mengalami patah tulang, tapi beberapa bagian memar di antaranya di pinggang, di kepala benjol, di leher memar dan tangan terkena pecahan kaca,” terang Hendro, Kamis (18/3).
Sementara itu, jenazah Sumarno, tukang bakso yang merantau ke Lampung itu  langsung dipulangkan ke Tawangsari, Sukoharjo dengan ambulans, Rabu (17/3) malam.

Jenazah korban langsung dimakamkan di Dukuh Ngaren, Desa Pundungrejo, Kecamatan Tawangsari, Kamis (18/3), esok harinya.
Sedangkan Kasini, sang istri  dan Aulia (1,5) anaknya yang selamat dari maut, sampai kini masih dirawat di rumah sakit Dr Suwondo, Batang. Suasana duka benar-benar terasa di dalam keluarga kecil itu, sampai-sampai seluruh anggota keluarga menutup diri terhadap wartawan.
Kepala Desa Pundungrejo,   Suyamto menceritakan, setelah pulang menjenguk salah satu anaknya di Tawangsari yang sakit selama satu setengah bulan, Sumarno, istri dan Aulia anaknya akan kembali merantau ke Lampung untuk berjualan bakso.
“Sebenarnya saat mau balik ke Lampung orangtuanya sempat melarang untuk balik pada Selasa (16/3), entah alasannya apa. Namun dia (korban-red) rupanya tidak mengindahkan pesan orangtuanya,” ujarnya. 
Suyamto mengatakan, keluarga korban tahu salah satu keluarganya menjadi korban meninggal dari keterangan salah satu keluarganya yang tinggal di Lampung, karena saat kejadian korban membawa KTP dari Lampung.
“Dengan mengetahui KTP dari Lampung, Polisi Batang sempat menghubungi keluarga di Lampung, tapi kemudian menghubungi keluarga di Sukoharjo,” ujar  Suyamto.  
Jajaran Polres Batang, Jawa Tengah,  sampai kini pun belum dapat menyimpulkan penyebab kecelakaan antara bus PO Jaya dengan truk tronton PT Siba Selasa (16/3), yang mengakibatkan 10 korban tewas.
Kepala PT Jasa Raharja, Hanri mengatakan, pihaknya sudah mendata para korban tewas. Namun karena korban tewas berkartu tanda penduduk (KTP) luar Pekalongan, data-data akan diserahkan ke daerah mereka masing-masing.
”Pendataan korban tewas sudah lengkap. Karena korban ber-KTP luar daerah, klaim santunan dapat diambil di masing-masing daerah tempat tinggal korban,” katanya. (Ari Purnomo/M Ismail/Ant)

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :