Senin, 13/02/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : redaksi@harianjoglosemar.com
<div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div>

“Lumayan Buat Tambah Sangu Cucu-cucu”

Sabtu, 08/05/2010 09:00 WIB - Ario Bhawono

Meskipun masa kampanye telah usai, namun suasana menjelang Pilkada Boyolali bagi sebagian warga ternyata meninggalkan sedikit kenangan menyenangkan. Apalagi bagi mereka yang ikut kecipratan rezeki. Misalnya saja para pemilik warung makan maupun bengkel sepeda motor.
Bagi  Ny Kamat, (59), pemilik warung makan di pojok Jalan Duren, Boyolali, kampanye terbuka yang melibatkan banyak masa, merupakan rezeki tersendiri untuk warungnya. Rezeki paling banyak ketika kampanye pasangan Seno-Agus, ia mendapat pesanan 500 bungkus nasi, dari kebutuhan total sekitar 43.000 nasi bungkus.
“Jika satu bungkus nasi harganya Rp 5.000, kan untungnya lumayan juga,” ujarnya.
Ny Kamat dan beberapa pemilik warung makan kecil memang merasa gembira karena mendapat banyak pesanan saat itu. Dan rezeki tidak jatuh ke rumah makan dan restoran besar. Ny Kamat mengaku, dalam sehari itu, dia mendapat pemasukan kotor Rp 2,5 juta. “Lumayan juga, Mas, bisa buat tambah-tambah dan memberi uang saku cucu, soalnya jarang-jarang dapat rezeki seperti ini,” tutur Ny Kamat.
Ny Kamat mengaku dari pesanan nasi itu setidaknya dia mendapat tambahan modal, meskipun tidak seberapa. Yang pasti, dia merasa senang tidak hanya menjadi penonton kampanye dalam Pilkada. “Apalagi saya tidak ngantar, karena langsung diambil. Jadinya bisa lebih ngirit, ” kata dia sambil tersenyum.
Kalaupun banyak yang setuju kampanye dilakukan damai dan dengan sistem tertutup, Ny Kamat mengaku lebih senang jika kampanye dilakukan terbuka dan melibatkan massa yang banyak. “Yah, namanya jualan, mau mikir apa lagi to, Mas, selain mikir keuntungan?”  ujarnya.
Jadi Pilihan
Dia mengisahkan, pada Pilkada lima tahun lalu, dirinya juga mendapat banyak pesanan nasi bungkus, namun untuk Pilkada tahun 2010 ini, dia baru mendapat pesanan pertama kali ini. Namun nenek dari beberapa cucu yang masih terlihat bugar itu mengaku tetap mensyukuri rezeki yang diterimanya.
Keuntungan juga dipetik oleh para pemilik bengkel. Pasalnya, mereka banyak kebanjiran servis motor maupun mengganti knalpot dari para peserta kampanye. Menurut catatan tim sukses Seno-Agus, peserta konvoi sekitar 15.000 motor, tentu saja potensial pemasukan bagi bengkel-bengkel motor.
M Said Hidayat, Ketua tim sukses Seno-Agus pernah mengatakan, pihaknya sengaja memilih warung-warung kecil untuk menyediakan makanan bagi para peserta kampanye yang ribuan jumlahnya. Penyediaan makanan itu dikoordinasi kelompok pemuda dan ibu-ibu PKK dari berbagai desa.
Dengan demikian, perekonomian warga kecil secara otomatis juga ikut terdongkrak. Ny Kamat hanyalah satu dari puluhan pengusaha kecil yang kecipratan rezeki menjelang Pilkada Boyolali 2010 ini.  Di luar itu, tentu masih banyak lagi yang menangguk rezeki. (Ario Bhawono)

 

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :